Ming. Okt 17th, 2021
Mural

RomaBet , Mural Terus dihapus, Tanda Demokrasi dibungkam Paksa? Akhir-akhir ini publik dihebohkan dengan penghapusan mural-mural yang ada di ibukota maupun di beberapa daerah lainnya. Aksi penghapusan mural-mural yang dilakukan oleh aparat ini dianggap sebuah aksi boikot akan kebebasan berekspresi.

Para pembuat lukisan tembok yang biasanya membuat lukisan di dinding atau tembok di ruang publik dengan sedikit sentuhan pesan moral ataupun kritik pun merasa tindakan dari para aparat yang menghapus mural-mural tersebut berlebihan.

Mural Adalah Bentuk Aspirasi Rakyat

Banyak orang yang setuju, Mural merupakan salah satu bentuk aspirasi rakyat, bukan hanya di Indonesia tapi bahkan di berbagai belahan dunia. Mural bukan hanya dinikmati keindahannya, namun mengandung pesan mendalam yang berusaha disampaikan oleh pembuat mural tersebut. Pesan ini kadang menyangkut moralitas, isu sosial, hingga sentilan politik.

Penghapusan Mural oleh Aparat

Penghapusan Mural-mural yang dilakukan oleh aparat mengundang kontroversi. Beberapa mural yang dihapus yaitu :

  1. Mural ‘Tuhan Aku Lapar’

Kasus penghapusan mural yang pertama kali disorot adalah penghapusan mural yang berisikan tulisan ‘Tuhan Aku Lapar’ yang berada di daerah Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Penghapusan mural yang terjadi pada 23 Juli 2021 lalu ini pun viral di media sosial

  1. Mural ‘404: Not Found’

Salah satu mural yang viral yang berisikan lukisan wajah pria yang disebut mirip dengan Presiden Jokowi dengan tulisan ‘404: Not Found’ pun bernasib sama.

Mural yang lagi-lagi berada di Tangerang ini pun dihapus karena dinilai menghina simbol negara dengan lukisan wajah yang mirip dengan Presiden.

  1. Mural ‘Dipaksa Sehat di Negara yang Sakit’

Selanjutnya giliran mural yang ada di daerah Bangil, Pasuruan, Jawa Timur yang dihapus oleh aparat pada tanggal 10 Agustus 2021 lalu. Mural dengan tulisan ‘Dipaksa Sehat di Negara yang Sakit’ ini dianggap provokatif dan mengganggu ketenteraman masyarakat

Baca juga : Christiano Ronaldo Hengkang, Followers Instagram Juventus Morat- Marit

Mural Baru Bermunculan

Penggiat seni mural nampaknya memang memiliki mental baja hal ini dapat dilihat dari banyaknya mural-mural lainnya yang bermunculan pasca penghapusan mural dilakukan. Salah satu mural yang kembali muncul dan cukup menjadi sorotan adalah mural bertuliskan ‘Urus Saja Moralmu, Jangan Urus Muralku’ yang berada di daerah Tangerang.

Bukan hanya di Tangerang. Di Bandung juga muncul mural yang dibuat pada papan reklame kosong dengan tulisan ‘Mural Is Die’. Mural-mural ini jelas menunjukkan bahwa para seniman mural merasa  kebebasan berekspresi mereka dibungkam dengan aksi penghapusan oleh aparat.

Tanggapan Seniman Mural

Di tengah situasi negara yang serba sulit bahkan ranah rakyat untuk mengeluarkan aspirasi pun dipersempit dan aparat dinilai terlalu reaktif dalam menyikapi munculnya mural-mural ini. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh salah satu seniman mural asal Jogjakarta Anagard.

“Yang tidak biasa itu ketika aparat terlalu bersikap reaktif dengan langsung menghapus hingga mencari pembuatnya,” Terang Anagard. Ia juga berpendapat bahwa tindakan aparat merupakan wujud dari perampasan hak rakyat untuk memberikan pendapat dan bersuara

By admin

One thought on “Mural Terus dihapus, Tanda Demokrasi dibungkam Paksa?”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *